Senin, 02 Juli 2012

nyamuk. wahai nyamuk mengapa engkau berani-beraninya menciumku?. apakah engkau menyukaiku?. atau bahkan engkau mencintaiku?. mengapa kau sangat suka padaku sehingga kau rela menurunkan harga dirimu?. aku kasihan padamu, karena kau memperebutkan aku yang hanya satu ini. satu pertanyaan, apakah cintamu tulus atau kau menginginkan sesuatu dariku?. oh nyamuk, bibirmu itu sangatlah tajam sehingga dapat menggoreskan bekas pada kulitku. aku menyayangi kulitku karena Allah SWT telah menciptakanku dengan sempurna. apakah kau menyadari bahwa dirimu sempurna, wahai nyamuk? tidak. aku pun demikian, aku membutuhkan orang lain seperti kau membutuhkan aku. tapi aku hanya terkadang membutuhkannmu. tidak aku juga membutuhkanmu. tapi tidak bertepatan dengan kau membutuhkan aku. aku butuh berfikir bahwa kalo berbuat itu jangan banyak omong kaya nyamuk. harusnya kaya tumila. tapi kau juga sangat hebat, aku akan meniri apa yang kau buat. orang lain tertidur kau sigap untuk berbuat sampai misi berhasil. wahai nyamuk, aku sekarang tau apa yang kau inginkan. kau ingin darah segar kan? aku ingin memberi usul jika kau ingin darah segar datanglah ke tempat penyembelihan. disana tersedia berkilo-kilo darah segar. bukannya aku tak mau berbagi, bukannya aku pelit, tapi aku hanya tidak ingin ada gunung yang sangat kecil di kulitku. itu rasanya kepingin di garuk. tapi aku pun berterima kasih kepadamu. karena dengan aku menggaruknya aku bisa bersyukur atas kulit yang Allah berikan. jazakallahu khaira jaza  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar