Minggu, 01 Juli 2012
salah satu hal yang sangat berhubungan dengan perubahan diri adalah lingkungan. apapun itu yang penting lingkungan sangat berpengaruh terhadap kita. mulai dari yang terkecil seperti kamar mandi sampai yang terbesar kabupaten. Menurut Bu Yanti Nurlaeli, M.Pd Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang mempengaruhi diri kita (nurlaeli,2010:2). Sedangkan menurut akhmad Sudrajat (2008:1) Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar.
lingkungan itu terbagi kepada tiga bagian;
pertama, fisik. Lingkungan berupa fisik adalah keadaan dimana semua terlihat nyata. Lingkungan fisik ini bias disebut tempat seperti, masjid, rumah, sekolah, dan sebagainya.
Kedua, Psikis. Lingkungan psikis adalah keadaan suatu wilayah yang tak nampa. Sesuatu yang ada di dalam dirinya.
Ketiga, rohaniah. Lingkungan rohaniah ini disebut juga lingkungan spiritual seperti, ide, agama, pikiran, dan sebagainya.
Lingkungan dengan hubungannya terhadap manusia terbagi kepada empat bagian.
1. Use the Senvirement
Yaitu seuatu keadaan dalam diri manusia individu yang dapat memanfaatkan lingkungannya. Seperti seseorang yang tinggal di gunung ia memanfaatkan ranting-ranting yang bertebaran di tanah untuk membuat suluh
2. Resist Senvirement
Yaitu keadaan manusia yang menghindari dari lingkunganya. Ia menghindari lingkungannya karena ia tak mampu mengikuti alur lingkungan tersebut. Seperti seorang yang menjauh dari lingkungannya karena cemoohan teman-temanya.
3. Participation Senvirement
Yaitu keaddan individu y ang turut berpartisipasi terhadap lingkungannya. Seperti seorang yang peduli terghadap lingkungannya yang asalnya kotor menjadi bersih.
4. Adjustment Senvirement
Keadaan individu yang berusaha menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Adjustment senvirement ini ter bagi kepada dua bagian. Pertama, Alloplastis yaitu proses penyesuaian yang merubah lingkungan agar sesuai dengan kita. Seperti seseorang merunbah kamarnya agar lebih konsen untuk belajar. Kedua, autoplastis yaitu proses mengubah diri sendiri agar sesuai dengan lingkungan. Seperti seseorang yang mencoba menyesuaikan di sekolah baru.
Adapun seseorang yang tidak menyesuaikan diri dengan lingkungannya disebut Malajusment (perilaku salah suai). Hal ini dapat menyebabkan prilaku seseorang menjadi membelok kea rah negative.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

gambarnya gak sesuai.... yang penting berkaitan
BalasHapus