spirit of heart.
hari ini adalah hari minggu dimana saya harus pergi ke kota mencari bahan. bahan itu terbuat dari plastik yang digunakan untuk salah satunya di buat bros. ya, betul sekali itu adalah manik-manik.
hari pada saat itu sangat panas dan pada saat itu juga si saya sedang shaum.
ke bandungnya itu naik kereta. kereta yang dijalankan oleh mesin disel. waktu di kereta saya mual pengen muntah. gak tau kenapa bener pengen ngeluarin ke tidak enakan dalam jiwa ini. sulit. menahan rasa sakit (red-mual) sampai di stasion bandung saya duduk termenung menahan rasa sakit yang pada saat itu saya berharap akan berkurang jika diistirahatkan. akhirnya aku duduk dekat tukang kelontongan, pada saat itu juga datang lah seorang ibu-ibu membawa susu kotak. mulailah pikiran liarku memikirkan obat sakit perut seperti teangin, tidak tersadar bahwa aku sedang shaum.
setelah aku tersadar, aku mencoba memaksakan diri untuk pergi ke tempat tujuan. dengan kekuatan yang terus berkurang karena kesakitan perut ini, aku terus berjuang demi ibu (aaah lebay).
setelah berjalan sekian lama dengan enahan rasa mual, akhirnya aku sampai ke toko tersebut. tapi, karena mual ini tak tertahankan, maka aku pergi ke mesjid agung untuk ikut ke kamar mandinya. dengan susah payah aku berjalan tergopoh-gopoh. setelah aku sampai di kamar mandi ke tiga dari dekat tangga, aku masuk tuh kedalamnya berusaha untuk mengeluarkan isi perut yang mereka ingin keluar. dengan susah payah aku coba akhirnya tidak keluar juga.
pergilah aku ke serambi mesjid untuk meredakan atau mencoba lagi meredakan perut ini. akhirnya tadinya aku akan menyerah saja disana. tapi aku teringat tentang kekuatan hati positif. atau positif thinking.
aku berusaha berfikir tidak ada apa-apa alias aku sembuh terus menerus dengan meminta kepada Allah.
disinilah keajaiban itu muncul. rasa sakit itu berkurang sangat hebat. bahkanaku bisa tertawa lagi. maha suci Allah ,,, aku kuat terus berjalan dengan semangat mengejarkereta. dengan memakai semangat baru. aku dapat berjalan dengan normal, ,,, akhirnya aku menyadari bahwa Allah selalu ada untuk kita jika kita yakin. Subhanallah
sesampainya disana, segera saja saya duduk dulu menenangkan otot2 yang bekerja menahan pengeluaran perut ini.
nah setelah itu saya berjalan ke arah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar